Aku memiliki seseorang yang
sangat aku sayangi, laki-laki itu baik, sangat baik. Ketika aku memutuskan
untuk menjalin hubungan dengannya bukan karena aku melihat sosoknya yang
memiliki wajah tampan, aku melihat dia sebagai sosok yang baik, penyayang,
bertanggung jawab, pintar dan soleh. Pada saat itu aku menyesal, aku lebih
memilih laki-laki lain untuk menjalin hubungan denganku terlebih dahulu.
Ada pernyataan seperti ini “Cinta
Tau Kemana Harus Pulang”. Aku pun kembali dengannya. Semua berjalan dengan
banyak kebahagian yang menghampiriku. Dia memanjakan aku seperti adiknya
sendiri, dia menyayangiku lebih dari apapun. Dia mau melakukan apapun hanya
untuk membuatku tersenyum bahagia. Hari-hariku dengan nya berjalan dengan penuh
kesenangan, tanpa disadari orang-orang disekitar kita bilang, kalau kita
gendut, bukan itu saja banyak orang yang bilang kita mirip. Banyak yang
mendoakan hubungan kita long last. Aku semakin yakin dengan apa yang sudah aku
pilih. Aku memilih untuk bersamanya dalam keadaan apapun, sesulit apapun. Dan aku
mulai menuruti semua yang dinasihatinya untukku.
Hatiku selalu bergetar dengan hal
kecil yang dilakukannya untukku. Menggandengku didepan umum, itu menunjukan dia
bangga memilikiku. Memakaikanku helm, hal kecil tapi aku senang dengan apa yang
dia lakukan. Mencium keningku setiap hari sepulang kuliah, hal yang aku tunggu
setiap hari tentunya. Meminjamkan jaketnya untukku, dan dia rela mengendarai
motor hanya memakai kemeja yang dia pakai. Dan yang paling membuatku senang,
bahagia, tidak bisa berkata, setiap mengantarku pulang spion motornya
dihadapkan ke arahku, sambil mengendarai motor dia menyempatkan untuk mengusap
pipiku, mencium tanganku. Pada saat itu aku hanya bisa memeluknya erat tanpa
bisa berkata-kata. Terkadang aku menangis karna terlalu bahagia dengan apa yang
dilakukannya untukku, aku rebahkan kepalaku di bahunya dan tanpa
sepengetahuannya aku meneteskan air mata. Yang aku rasakan pada saat seperti
itu adalah aku sangat takut kehilangannya, sampai-sampai aku tidak mau pulang,
dan dia menuruti apa yang aku mau, dan mencari jalan yang lebih jauh supaya
lebih lama sampai rumah, sulit sekali untuk melepaskan pelukku untuknya. Dia tidak
malu menyuapiku makan didepan umum. Jika ada kata lain selain bahagia,
kata-kata itu hanya untukku yang memilikimu, mbul...
Hubunganku dengannya sudah mulai
berjalan lama. Semua berubah, ketika dia menempuh semester 7 dan harus
melaksanakan magang. Kita takut hubungan akan menjadi renggang. Aku berjanji
dengannya, aku akan menunggu sampai selesai magang. Aku sabar menunggu, menahan
rasa rindu yang sangat menyiksa. Terkadang rasa rindu yang dirasakan oleh
perempuan akan membuat rasa itu berubah menjadi marah, bodohnya aku tidak bisa
menahan rasa marah. Mungkin hal itu terjadi karna rasa rindu yang semakin hari
semakin besar da semakin bertambah.
Laki-laki yang aku sayang,
mungkin muak dengan apa yang aku perbuat dan aku lakukan untuknya karna aku
terlalu berlebihan. Aku kehabisan cara untuk bisa bertemu dengannya, hadiah
yang aku beri pada saat anniversary pun
aku titipkan ke adiknya. Aku melakukan banyak cara untuk bisa bertemu
dengannya. Tetapi kesabaran ku kalah dengan emosi yang aku rasakan. Dia pun
lelah dengan ini semua.
Dia, laki-laki yang aku sayang
benar-benar pergi meninggalkanku dengan keadaan sakit, hancur. Apa yang aku
rasakan hampir tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sampai akhirnya dia
menggantikan posisiku dengan orang lain. Rasa sakit yang aku rasa semakin tidak
bisa terbedung lagi, hatiku seperti tergores pisau lalu disirami air alkohol. Perih...
Aku tidak bisa menahan tangis,
dimana pun aku berada mengingat semua hal yang sudah aku lakukan dengannya, aku
rindu melihat wajahnya yang tersenyum dihadapanku, wajahnya yang manja,
wajahnya ketika marah denganku. Aku rindu suaramu memanggilku sayang. Aku rindu
semua tentang aku dan kamu mbul. Aku menyukai baik burukmu, aku sayang baik
burukmu, aku rindu baik burukmu.
Masih adakah kesempatan untukku
merasakan hal itu kembali??
Aku menyayangimu, merindukanmu...
Aku sakit, aku hancur...
Rasakan sedikit apa yang aku
rasa, aku sendiri merasakan ini semua tanpa ada satupun orang yang tau apa yang
aku rasakan.
Jangan lupakan aku secepat ini,
mbul...
Temui aku secepatnya, kamu tau
dimana harus menghubungiku
Cinta Tau Kemana Harus Pulang
“Aku tak punya hak untuk memintamu kembali, juga tak punya wewenang
untuk memintamu segera pulang. Masih adakan yang perlu kupaksakan jika bagimu
aku tak pernah jadi tujuan? Tidak munafik, aku merasakan kehilangan. Dulu aku
terbiasa dengan candaan dan perhatian kecilmu. Namun segalanya tiba-tiba hilang
menguap, bagai asap rokok yang hilang ditelan gelapnya malam. Sesungguhnya ini
juga salahku, yang bertahan dalam diam meskipun aku punya perasaan yang lebih
dalam dan kuat. Ini bukan salahmu, juga bukan kesalahannya. Tapi, tak mungkin
matamu terlalu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku mencintaimu.”

4/11/2014 8:16
Aku yang menyayangi dan
merindukanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar