Senin, 03 November 2014

CINTA TAU KEMANA HARUS PULANG


Aku memiliki seseorang yang sangat aku sayangi, laki-laki itu baik, sangat baik. Ketika aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya bukan karena aku melihat sosoknya yang memiliki wajah tampan, aku melihat dia sebagai sosok yang baik, penyayang, bertanggung jawab, pintar dan soleh. Pada saat itu aku menyesal, aku lebih memilih laki-laki lain untuk menjalin hubungan denganku terlebih dahulu.


Ada pernyataan seperti ini “Cinta Tau Kemana Harus Pulang”. Aku pun kembali dengannya. Semua berjalan dengan banyak kebahagian yang menghampiriku. Dia memanjakan aku seperti adiknya sendiri, dia menyayangiku lebih dari apapun. Dia mau melakukan apapun hanya untuk membuatku tersenyum bahagia. Hari-hariku dengan nya berjalan dengan penuh kesenangan, tanpa disadari orang-orang disekitar kita bilang, kalau kita gendut, bukan itu saja banyak orang yang bilang kita mirip. Banyak yang mendoakan hubungan kita long last. Aku semakin yakin dengan apa yang sudah aku pilih. Aku memilih untuk bersamanya dalam keadaan apapun, sesulit apapun. Dan aku mulai menuruti semua yang dinasihatinya untukku.


Hatiku selalu bergetar dengan hal kecil yang dilakukannya untukku. Menggandengku didepan umum, itu menunjukan dia bangga memilikiku. Memakaikanku helm, hal kecil tapi aku senang dengan apa yang dia lakukan. Mencium keningku setiap hari sepulang kuliah, hal yang aku tunggu setiap hari tentunya. Meminjamkan jaketnya untukku, dan dia rela mengendarai motor hanya memakai kemeja yang dia pakai. Dan yang paling membuatku senang, bahagia, tidak bisa berkata, setiap mengantarku pulang spion motornya dihadapkan ke arahku, sambil mengendarai motor dia menyempatkan untuk mengusap pipiku, mencium tanganku. Pada saat itu aku hanya bisa memeluknya erat tanpa bisa berkata-kata. Terkadang aku menangis karna terlalu bahagia dengan apa yang dilakukannya untukku, aku rebahkan kepalaku di bahunya dan tanpa sepengetahuannya aku meneteskan air mata. Yang aku rasakan pada saat seperti itu adalah aku sangat takut kehilangannya, sampai-sampai aku tidak mau pulang, dan dia menuruti apa yang aku mau, dan mencari jalan yang lebih jauh supaya lebih lama sampai rumah, sulit sekali untuk melepaskan pelukku untuknya. Dia tidak malu menyuapiku makan didepan umum. Jika ada kata lain selain bahagia, kata-kata itu hanya untukku yang memilikimu, mbul...


Hubunganku dengannya sudah mulai berjalan lama. Semua berubah, ketika dia menempuh semester 7 dan harus melaksanakan magang. Kita takut hubungan akan menjadi renggang. Aku berjanji dengannya, aku akan menunggu sampai selesai magang. Aku sabar menunggu, menahan rasa rindu yang sangat menyiksa. Terkadang rasa rindu yang dirasakan oleh perempuan akan membuat rasa itu berubah menjadi marah, bodohnya aku tidak bisa menahan rasa marah. Mungkin hal itu terjadi karna rasa rindu yang semakin hari semakin besar da semakin bertambah.


Laki-laki yang aku sayang, mungkin muak dengan apa yang aku perbuat dan aku lakukan untuknya karna aku terlalu berlebihan. Aku kehabisan cara untuk bisa bertemu dengannya, hadiah yang aku  beri pada saat anniversary pun aku titipkan ke adiknya. Aku melakukan banyak cara untuk bisa bertemu dengannya. Tetapi kesabaran ku kalah dengan emosi yang aku rasakan. Dia pun lelah dengan ini semua.
Dia, laki-laki yang aku sayang benar-benar pergi meninggalkanku dengan keadaan sakit, hancur. Apa yang aku rasakan hampir tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sampai akhirnya dia menggantikan posisiku dengan orang lain. Rasa sakit yang aku rasa semakin tidak bisa terbedung lagi, hatiku seperti tergores pisau lalu disirami air alkohol. Perih...


Aku tidak bisa menahan tangis, dimana pun aku berada mengingat semua hal yang sudah aku lakukan dengannya, aku rindu melihat wajahnya yang tersenyum dihadapanku, wajahnya yang manja, wajahnya ketika marah denganku. Aku rindu suaramu memanggilku sayang. Aku rindu semua tentang aku dan kamu mbul. Aku menyukai baik burukmu, aku sayang baik burukmu, aku rindu baik burukmu.

Masih adakah kesempatan untukku merasakan hal itu kembali??
Aku menyayangimu, merindukanmu...
Aku sakit, aku hancur...
Rasakan sedikit apa yang aku rasa, aku sendiri merasakan ini semua tanpa ada satupun orang yang tau apa yang aku rasakan.
Jangan lupakan aku secepat ini, mbul...
Temui aku secepatnya, kamu tau dimana harus menghubungiku
Cinta Tau Kemana Harus Pulang

“Aku tak punya hak untuk memintamu kembali, juga tak punya wewenang untuk memintamu segera pulang. Masih adakan yang perlu kupaksakan jika bagimu aku tak pernah jadi tujuan? Tidak munafik, aku merasakan kehilangan. Dulu aku terbiasa dengan candaan dan perhatian kecilmu. Namun segalanya tiba-tiba hilang menguap, bagai asap rokok yang hilang ditelan gelapnya malam. Sesungguhnya ini juga salahku, yang bertahan dalam diam meskipun aku punya perasaan yang lebih dalam dan kuat. Ini bukan salahmu, juga bukan kesalahannya. Tapi, tak mungkin matamu terlalu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku mencintaimu.”




4/11/2014 8:16

Aku yang menyayangi dan merindukanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar