Selasa, 04 November 2014

TERGANTIKAN

Awalnyaku kira semua akan berjalan sangat indah, begitu kamu menemuiku didepan kampus tepat didepan gerbang. Itu bukan kali pertama aku bertemu denganmu. Sebelum itu kita hanya bertemu beberapa detik. Aku tidak mengira kamu akan mengisi hari-hari ku. Waktu berjalan begitu cepat...

Aku yang sampai saat ini begitu sangat menyayangi dan merindukanmu tidak sanggup membayangkan posisi ku digantikan oleh orang lain. menyayangimu, merindukanmu adalah teman dalam keseharianku lebih dari satu tahun ini. Tetapi tak begitu denganmu beberapa bulan belakangan ini, aku ada untukmu setiap saat tetapi kamu tidak merasakan kehadiranku. Jenuh, bosan, lelah itu yang kamu rasakan. Mungkin kamu mengira aku baik-baik saja dengan apa yang terjadi. Kenyataannya aku sibuk memikirkan bagaimana caranya orang yang aku sayangi tidak merasakan hal itu, tetapi apa yang aku lakukan semuanya gagal. Semua perjuangan dan kesabaran yang aku berikan seolah-seolah tidak ada artinya.

Aku kira pada saat kamu merasakan hal tersebut ada sosok perempuan lain yang menarik perhatianmu. Posisiku tergantikan olehnya. Dia cantik, terlihat baik, sosok yang kamu idamkan selama ini. Dari segi fisik perempuan itu adalah sosok yang kamu cari, dia memiliki rambut panjang, hidungnya mancung dan kulitnya putih. Dia cantik, kamu pasti senang memilikinya, terlebih mamamu. Dibandingkan denganku mungkin aku tidak ada apa-apanya. Tidak munafik hatiku sakit melihatnya, begitu mudah aku digantikan olehnya. Pada satu sisi aku senang penggantiku jauh lebih baik dariku, tetapi disisi lain aku merasakan sakit, hancur. Ketika malam tiba aku memikirkan hal yang seharusnya aku tidak pikirkan, seharusnya kamu mengucapkan “selamat bobo sayang, bobo nyenyak ya, aku berangkat dulu ya sayang i love you, dll” itu untukku, tetapi sekarang bukan aku orangnya, dia yang lebih dari aku. Ketika hal itu terpikirkan hatiku sakit, napasku seperti berhenti, aku hanya bisa menangis. Kenapa harus secepat ini...

Aku belum lelah menunjukan rasa sayangku kepadamu, sampai-sampai aku seperti orang gila yang setiap saat mengirimimu sms dan wa. Ada sedikit kelegaan setelah aku mengirimimu satu pesan mengingatkanmu makan, solat seperti kebiasaanku pada saat kamu blm meninggalkanku. Tetapi hal itu berubah ketika pesanku diabaikan oleh mu. Aku tak tau pesanku dibaca atau tidak. Kamu harus tau, aku menulis pesan itu dengan hati yang sakit dan air mata yang selalu saja jatuh. Aku berharapkan pesanku dibalas, setiap LED berwarna merah aku segera melihat siapa yang mengirimkan pesan, ternyata bukan kamu, bukan orang yang aku harapkan. Semua pesan dari laki-laki lain aku abaikan. Satu pesan darimu sangat berpengaruh terhadap moodku pada hari itu da nafsu makanku. Aku tidak mau menggantikan posisimu...

Mungkin pada saat aku memberikanmu perhatian, dia yang lebih baik dariku sudah memberikan perhatian kepadamu terlebih dahulu. Setiap aku memikirkan hal itu, kamu tau pastinya apa yang aku rasakan. Sakit...

Tak pernahku kira bahwa akhirnya,  tiada diriku dihatimu...

Dia yang jauh lebih baik dariku takkan terganti...
05/11/2014 3:05 am

Aku yang menyangi dan merindukanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar