Awalnyaku kira semua akan
berjalan sangat indah, begitu kamu menemuiku didepan kampus tepat didepan
gerbang. Itu bukan kali pertama aku bertemu denganmu. Sebelum itu kita hanya bertemu
beberapa detik. Aku tidak mengira kamu akan mengisi hari-hari ku. Waktu berjalan
begitu cepat...
Aku yang sampai saat ini begitu
sangat menyayangi dan merindukanmu tidak sanggup membayangkan posisi ku
digantikan oleh orang lain. menyayangimu, merindukanmu adalah teman dalam
keseharianku lebih dari satu tahun ini. Tetapi tak begitu denganmu beberapa
bulan belakangan ini, aku ada untukmu setiap saat tetapi kamu tidak merasakan
kehadiranku. Jenuh, bosan, lelah itu yang kamu rasakan. Mungkin kamu mengira
aku baik-baik saja dengan apa yang terjadi. Kenyataannya aku sibuk memikirkan bagaimana
caranya orang yang aku sayangi tidak merasakan hal itu, tetapi apa yang aku
lakukan semuanya gagal. Semua perjuangan dan kesabaran yang aku berikan
seolah-seolah tidak ada artinya.
Aku kira pada saat kamu merasakan
hal tersebut ada sosok perempuan lain yang menarik perhatianmu. Posisiku tergantikan
olehnya. Dia cantik, terlihat baik, sosok yang kamu idamkan selama ini. Dari segi
fisik perempuan itu adalah sosok yang kamu cari, dia memiliki rambut panjang, hidungnya
mancung dan kulitnya putih. Dia cantik, kamu pasti senang memilikinya, terlebih
mamamu. Dibandingkan denganku mungkin aku tidak ada apa-apanya. Tidak munafik
hatiku sakit melihatnya, begitu mudah aku digantikan olehnya. Pada satu sisi
aku senang penggantiku jauh lebih baik dariku, tetapi disisi lain aku merasakan
sakit, hancur. Ketika malam tiba aku memikirkan hal yang seharusnya aku tidak
pikirkan, seharusnya kamu mengucapkan “selamat bobo sayang, bobo nyenyak ya,
aku berangkat dulu ya sayang i love you, dll” itu untukku, tetapi sekarang
bukan aku orangnya, dia yang lebih dari aku. Ketika hal itu terpikirkan hatiku
sakit, napasku seperti berhenti, aku hanya bisa menangis. Kenapa harus secepat
ini...
Aku belum lelah menunjukan rasa
sayangku kepadamu, sampai-sampai aku seperti orang gila yang setiap saat
mengirimimu sms dan wa. Ada sedikit kelegaan setelah aku mengirimimu satu pesan
mengingatkanmu makan, solat seperti kebiasaanku pada saat kamu blm
meninggalkanku. Tetapi hal itu berubah ketika pesanku diabaikan oleh mu. Aku tak
tau pesanku dibaca atau tidak. Kamu harus tau, aku menulis pesan itu dengan
hati yang sakit dan air mata yang selalu saja jatuh. Aku berharapkan pesanku
dibalas, setiap LED berwarna merah aku segera melihat siapa yang mengirimkan
pesan, ternyata bukan kamu, bukan orang yang aku harapkan. Semua pesan dari
laki-laki lain aku abaikan. Satu pesan darimu sangat berpengaruh terhadap
moodku pada hari itu da nafsu makanku. Aku tidak mau menggantikan posisimu...
Mungkin pada saat aku
memberikanmu perhatian, dia yang lebih baik dariku sudah memberikan perhatian
kepadamu terlebih dahulu. Setiap aku memikirkan hal itu, kamu tau pastinya apa
yang aku rasakan. Sakit...
Tak pernahku kira bahwa akhirnya,
tiada diriku dihatimu...
Dia yang jauh lebih baik dariku
takkan terganti...
05/11/2014 3:05 am
Aku yang menyangi dan
merindukanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar